Bos Badan Pangan Tugaskan Bulog Impor 100.000 Ton Daging Kerbau

Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengaku telah memberi penugasan impor daging kerbau dan sapi kepada BUMN Pangan, yaitu Perum Bulog dan ID Food. Hal itu, ujarnya, untuk menjaga stabilisasi stok serta harga menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri mendatang.

Arief menyebut, kuota penugasan impor daging kerbau asal India sebanyak 100 ton diberikan langsung kepada Bulog. Sementara kuota penugasan impor daging sapi asal Brasil kepada ID Food sebanyak 20 ribu ton.

“Daging kerbau yang untuk Bulog itu, penugasan Badan Pangan untuk Bulog 100 ribu ton daging kerbau dari India. 20 ribu ton daging sapi asal Brasil (penugasan ID Food),” kata Arief kepada CNBC Indonesia, Selasa (9/1/2024).

Arief mengatakan surat penugasan impor daging kerbau dan sapi sudah diberikannya kepada holding BUMN pangan sejak didapatinya hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) pada Desember 2023 lalu, supaya bisa segera dieksekusi untuk mengantisipasi gejolak harga daging yang terjadi di Ramadan dan Lebaran Idul Fitri mendatang.

“Sudah, sudah selesai. Dari saya kan sudah semua, sebelum masuk Tahun Baru sudah selesai semua yang dari Badan Pangan, mungkin dari Kementerian BUMN kali yang belum. Penugasannya dari sebelum tahun (2024), supaya bisa dieksekusi lebih awal, kan gitu ya. Awal tahun harusnya sudah bisa langsung jalan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, khusus untuk holding BUMN ID Food penugasannya tidak bisa langsung dari Bapanas, melainkan harus melewati izin dari Menteri BUMN Erick Thohir juga. Berbeda halnya dengan Bulog yang bisa langsung mengeksekusi apabila Bapanas sudah memberikan perintah melakukan importasi.

“Jadi kalau khusus BUMN ID Food, saya bersuratnya ke Menteri BUMN, kemudian Menteri BUMN yang menugaskan ID Food. Kalau Bulog, saya menulis langsung ke Bulog untuk Bulog melakukan importasi. Hasilnya itu hasil dari Rakortas,” terang Arief.

Terkait keluhan soal realisasi impor yang disebut sering terlambat di bulan Januari dan Februari, Arief mengatakan hal itu karena belum adanya izin. Namun berbeda halnya dengan sekarang ini, izin sudah diberikan Bapanas sejak usai Rakortas, hanya tinggal menunggu penugasan dari Menteri BUMN.

“(Surat penugasan) sudah semua. Kalau di Badan Pangan semuanya cepat, nggak ada yang lambat,” tutur dia.

Sebelumnya, Direktur Utama ID Food Frans Marganda Tambunan menyebut pihaknya hanya tinggal menunggu beberapa penugasan terkait stabilisasi untuk bisa segera dieksekusi.

“Kita menunggu beberapa penugasan terkait stabilisasi untuk kita bisa eksekusi, kalo datangnya besok kita harus perbuat besok, tapi harusnya ga lama-lama, harusnya pertengahan Januari atau Minggu ketiga harusnya ada surat penugasan, terutama untuk melaksanakan puasa Lebaran,” kata Frans di Jakarta, Senin (8/1/2024). https://perjuangangila.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*