Ganjar Ingin RI Bangun Rudal Hipersonik, Emang Secanggih Apa?

Jakarta, CNBC Indonesia Pertahanan Indonesia menjadi fokus dalam debat ke-3 calon presiden (capres) 2024 di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Kandidat nomor 3, Ganjar Pranowo, menyampaikan gagasannya untuk memperkuat ketahanan Indonesia dengan menggunakan alutsista berbasis teknologi canggih salah satunya rudal hipersonik.

Ganjar menyatakan pertahanan Indonesia harus berlapis dan terintegrasi se-Nusantara. “Kita harus pake 5.0, dengan teknologi sakti, dengan rudal hipersonik, senjata siber, sensor kuantum dan senjata otonom,” ungkap Ganjar.

Bagi sebagian besar masyarakat, istilah ini mungkin masih asing. Lantas apa yang dimaksud dengan senjata rudal hipersonik ini?

Berikut penjelasan terkait rudal hipersonik berdasarkan informasi yang dikutip dari Jurnal Post Note yang diterbitkan oleh UK Parliament Post pada Juni 2023.

Rudal hipersonik merupakan rudal yang melakukan perjalanan dalam atmosfer bumi untuk jangka waktu yang berkelanjutan dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara. Rudal ini memiliki kemampuan manuver signifikan yang dapat mengubah arah rudal selama penerbangan.

Spesifikasi dan Jenis Rudal Hipersonik

Rudal hipersonik memiliki beberapa karakteristik kunci yang membedakannya dari rudal konvensional. Beberapa poin penting yang perlu dicatat berdasarkan informasi dari Jurnal Post Note dan beberapa sumber lainnya adalah:

  • Rudal hipersonik mencapai kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara, dengan kemampuan manuver yang tinggi selama penerbangan, memungkinkannya mengubah arah dengan cepat dan membuatnya sulit diprediksi.
  • Terdapat dua jenis utama rudal hipersonik, yaitu Hypersonic Glide Vehicles (HGVs) dan Hypersonic Cruise Missiles (HCMs). HGVs diluncurkan dengan bantuan roket pendorong dan dapat mencapai kecepatan Mach 20 atau lebih. Setelah itu, glider terpisah dari pendorong dan terbang tanpa daya di atmosfer atas Bumi sebelum menuju target. Sementara itu, HCMs biasanya dilengkapi dengan mesin ramjet atau scramjet yang memungkinkan mereka mencapai kecepatan hipersonik di ketinggian 20-40 km.
  • Penggunaan rudal hipersonik dapat bervariasi tergantung pada jenis rudal, jarak jangkau, kecepatan, jenis hulu ledak, dan platform peluncurannya. Potensi aplikasinya termasuk serangan cepat terhadap aset bernilai tinggi, serangan presisi jarak jauh, dan peningkatan daya deterren nuklir.

Tantangan dan Kontroversi Terkait Rudal Hipersonik

Sejumlah negara, seperti Rusia dan China, dilaporkan telah mengembangkan dan mendeploy rudal hipersonik. Amerika Serikat juga memiliki beberapa program senjata hipersonik dan sedang melakukan uji coba.

Sementara itu, Inggris belum memiliki kemampuan rudal hipersonik, tetapi Kementerian Pertahanan Inggris mengumumkan program hipersonik untuk mengembangkan “konsep dan teknologi hipersonik masa depan.” Pada tahun 2022, diumumkan bahwa Australia, AS, dan Inggris akan bekerja sama dalam pengembangan kemampuan hipersonik dan kontra-hipersonik melalui kemitraan keamanan AUKUS.

Korea Utara melakukan uji coba nuklir, negeri itu meluncurkan rudal hipersonik. (via REUTERS/RAYTHEON MISSILES & DEFENSE)

Meskipun rudal hipersonik membawa potensi revolusi dalam keamanan dan serangan militer, ada sejumlah tantangan dan kontroversi terkait pengembangan dan penggunaannya. Beberapa poin yang perlu dicatat adalah.

  • Pertahanan terhadap rudal hipersonik menjadi kompleks, mahal, dan penuh tantangan teknis. Sistem pertahanan rudal saat ini, khususnya terhadap rudal balistik antarbenua, mungkin menghadapi kesulitan dalam mendeteksi, mengejar, dan menghancurkan rudal hipersonik.
  • Beberapa negara seperti Rusia, China, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia terlibat dalam pengembangan teknologi hipersonik. Kerjasama internasional, seperti AUKUS, menjadi kunci dalam menghadapi dan mengembangkan kemampuan hipersonik.
  • Analis pertahanan memiliki perdebatan terkait dampak rudal hipersonik terhadap perdamaian dan stabilitas global. Beberapa mengkhawatirkan potensi eskalasi konflik, sementara yang lain berpendapat bahwa teknologi ini tidak akan mengubah keseimbangan strategis antara kekuatan nuklir. https://mendapatkankol.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*