Jokowi Pangkas Rencana Impor Beras-Gula Tahun 2024 Lebih 35%, Ada Apa?

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah telah merencanakan volume impor sejumlah bahan pangan dan komoditas penting. Yang mengejutkan, rencana impor tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan impor tahun 2023 lalu. 

Hal itu terkonfirmasi dari paparan Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan (Kemendag) Bambang Wisnubroto dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024, yang ditayangkan akun Youtube Kemendagri, Senin (8/1/2024).

Dalam paparan tersebut tercatat, persetujuan impor (PI) untuk tahun 2023 adalah :

– beras sebanyak 3,8 juta ton (penugasan Bulog)

300.000 ton diputuskan dalam Ratas tahun 2022

2 juta ton dalam Ratas 24 Maret 2023

1,5 juta ton dalam Ratas 2 Oktober 2023

– bawang putih 561.926 ton

diputuskan dalam Rakortas Menko pada 25 Januari dan 20 Februari 2023

– gula

gula kristal putih/ GKP/ gula konsumsi: 136.308 ton 

gula kristal mentah/ GKM: 737.250 ton

sumber: Rakortas Menko 25 Januari 2023

– jagung pakan 250.000 ton (penugasan Bulog)

diputuskan pada 9 Desember 2023.

Total volume PI tersebut mencapai 5.622.926 ton.

Sementara, rencana impor untuk tahun 2024 berdasarkan PI yang ditetapkan dalam Rakortas pada 7 dan 13 Desember 2023 adalah:

– beras: 2 juta ton (penugasan Bulog)

– bawang putih: 645.025 ton

– gula 

GKM: 548.609 ton

GKP: 160.000 ton

– jagung pakan: 250 ribu ton (penugasan Bulog).

Total volume rencana impor keempat komoditas itu adalah 3.603.634 ton. Artinya, ada penurunan 35,911%.

“Update realisasi impor beberapa komoditas yang jadi concern. Pertama terkait beras, memang dari total PI (Persetujuan Impor) 3,8 juta ton, ini Bulog sudah memperpanjang persetujuan impor sampai akhir Januari,” kata Bambang.

“Dan realisasi saat terpantau di 72,22% (dari total PI). Artinnya tinggal kurang lebih 2 minggu lagi waktu bagi Bulog untuk bisa mengoptimalkan persetujuan impornya,” tambahnya.

Dia pun mengharapkan Perum Bulog segera bisa memaksimalkan realisasi pemasukan beras impor. Sebab, kata dia, hal itu menyangkut cadangan beras pemerintah (CBP) untuk mendukung program Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan (SPHP).

“Ini menjadi concern karena sangat penting untuk tambahan CBP dalam rangka SPHP. Ini menjadi concern kami agar Bulog segera merealisasikan PI 2023,” ujar Bambang.

Berikut realisasi PI menurut catatan Kemendag per 5 Januari 2024:

– beras: 2,744 juta ton atau 72,22% dari total PI

– bawang putih: 561.610 ton atau 99,94% dari total PI

– gula: 

GKP: 136.308 ton atau 64,55% dari total PI

GKM: 737.250 ton atau 92,62% dari total PI

– jagung: 117.575 ton atau 47,03% dari total PI. https://tanyakanpada.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*